The Feasibility of Agroforestry As an Independent Industry Agriculture

The Feasibility of Agroforestry As an Independent Industry

Agriculture and forestry products, which include livestock production, farming and ranching, and forest products like nuts, fibers, and seeds are intimately linked and interdependent. Agriculture relies on natural fertilizers to improve the productivity and yield of agricultural land. Moreover, the agricultural sector greatly affects the environment. The problem is that many farmers, rural and urban, do not fully recognize the environmental impact of their agricultural production and processing before they embark on agricultural production.



There is a great potential for agroforestry in developing countries because of the lack of land for agricultural development. This in turn, makes rice and other farm inputs more affordable. In addition, most of these rural areas lack access to improved fertilizers and other chemicals for proper fertilizer application. This facilitates the use of eco-friendly and non-chemical agricultural and forestry products for boosting the productivity of the land and ensuring food supply.


The scope of agroforestry in the developing world is enormous. A small area of land can be utilized for thousands of years to grow trees and other crops. At the same time, sustainable farming techniques can reduce the adverse environmental impact of agriculture. In this regard, many governments have encouraged agroforestry development. For example, Brazil, the Brazilian State Department of Livestics, and the United Nations Food and Drug Administration (FDA) have made it easier for the rural population to access agricultural grants for setting up ranching and farming industries. These government programs aim to strengthen rural communities through the creation of rural economic development units.


Another advantage of agroforestry is its contribution to food security. Modern day agriculture is based primarily on irrigation systems that are dependent on water. Without dependable hydropower sources, agriculture will cease to exist. Agroforestry, however, provides a number of sources of clean and fresh water such as rainwater, which are free, and irrigation for fields, pastures and ranches. In addition, arable land is no longer a problem as most plants can be grown for domestic consumption.


Another advantage of agroforestry is its contribution to food security. It provides farmlands with crops that can be processed into various types of food. Thus, rural workers can benefit from their productive agricultural lands by being able to buy rice at subsidized prices or sell surplus rice to earn income. This increases the standard of living in developing countries and helps stabilize the food supply.


In some areas, low-priced rice is now being imported from China, Vietnam, and the Philippines due to the availability of cheap rice paddies in these regions. As a result, rice farming has become more organized and has become an important sector in local communities. The government has promoted rice cultivation by providing subsidies, loans, and technical assistance to local farmers. In addition, various private companies have joined in the effort to develop rice paddies for irrigation, as its use would not only bring benefits to low-income groups but also help support the country’s agricultural production and relieve rural poverty.


Agriculture also provides direct employment to many people. At the small-scale level, it supports the construction of roads, buildings, storage tanks, and other infrastructure needs. In urban areas, the employment potential is highly diversified, as many different types of jobs can be performed on the farms and ranches. Animal husbandry is another important sector, allowing people to earn a living by raising cattle, sheep, goats, and poultry. These animals are used for milk, meat, and eggs. Oftentimes, farmers are also able to market and process livestock products like poultry and eggs.


Forests cover a very large percentage of the earth’s surface. Extensive forestation can have a significant impact on the environment. It causes pollution due to the creation of new landfills, chemical dumping, and carbon emissions. It can also affect water quality and the health of human beings. Agroforestry is therefore an important part of ecological management and should be sustainable. This is best promoted through proper implementation of policies and programs that promote conservation of land and habitat.


Pupuk Mangga , Jenis – Jenisnya

Pupuk buah mangga ada beragam jenis. Agar buah mangga tetap lebat berbuah di luar musim, maka Anda harus mengetahui jenis pupuk yang sesuai untuknya.

Mangga membutuhkan pupuk yang sesuai. Salah satu jenis pupuk yang penting diberikan ke buah mangga adalah pupuk perangsang buah.

Secara umum, ada banyak jenis pupuk yang bisa digunakan pada proses perawatan dan pemeliharaan buah mangga. Pupuk ini harus diberikan secara tepat dan sesuai agar buah mangga tetap dapat berbuah di luar musimnya.

Berikut beberapa jenis pupuk buah mangga yang bisa digunakan antara lain:

Pupuk Kompos

pupuk mangga

Pupuk kompos merupakan jenis pupuk yang terbuat dari hasil fermentasi berbagia macam jenis bahan-bahan organik. Ciri-ciri pupuk kompos yang baik yaitu memiliki suhu di bawah 400 derajat celcius.

Untuk mengaplikasikan pupuk kompos sangatlah mudah karena Anda hanya menyebarkannya di sekitar tanaman. Beberapa manfaat dari pemberian pupuk kompos ke tanaman manga antara lain:

  1. Meningkatkan unsur hara media
  2. Meningkatkan daya tahan tanaman dan daya serap air
  3. Memperbaiki struktur tanah atau media
  4. Memperbaiki pori-pori tanah

Pupuk Hijau

Pupuk hijau sangat cocok digunakan untuk merangsang buah. Pupuk hijau merupakan jenis pupuk yang berasal dari hijauan dari sisa panen atau tanaman lain.

Tanaman jenis legume bisa digunakan sebagai pupuk hijau terbaik karena mengandung unsur hara yang tinggi dan juga mudah terdekomposisi.

Pupuk ini sangat cocok digunakan untuk tanaman mangga karena dapat meningkatkan kandungan unsur hara yang ada di dalam bagi tanah.

Selain itu, pupuk ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah sehingga produktivitas tanaman mangga bisa meningkat.

Untuk mengaplikasikan pupuk hijau, Anda cukup membenamkan pupuk kedalam lahan ketika sedang mengolah tanah.

Pupuk KCL

KCL merupakan jenis pupuk yang memiliki kandungan unsur hara kalium yang tinggi. Pupuk ini memiliki beragam jenis warna antara lain merah hingga putih. Pupuk KCL sendiri sangat mudah diaplikasikan karena mudah larut di dalam air.

Sebelum mengaplikasikan pupuk KCL, Anda harus mengenal jenis-jenis pupuk KCL terlebih dahulu. Secara umum ada dua jenis pupuk KCL yang harus Anda ketahui antara lain:

  1. Pupuk KCL 80 memiliki warna merah. Pupuk KCL jenis ini memiliki kandungan  kalium mulai dari 52% hingga 60%.
  2. Pupuk KCL 90 memiliki warna putih. Pupuk KCL jenis ini memiliki kandungan kalium mulai dari 90%.

Pupuk KCL sendiri bisa digunakan untuk merangsang perkembangan buah mangga. Anda bisa mengaplikasikan pupuk ini bersamaan dengan NPK dan juga ZA.

Selain bisa merangsang pertumbuhan tanaman, pupuk ini juga bisa digunakan untuk memperkuat tanaman sehingga dapat beridiri dengan tegak.

Pupuk ZA

Pupuk ZA merupakan jenis pupuk yang memiliki kandungan belerang sekitar 24% dan juga nitrogen sebesar 21%. Pupuk ini dapat digunakan untuk mengganti pupuk urea yang biasa digunakan untuk memasok kebutuhan nitrogen tanaman.

Pupuk ZA memiliki bentuk seperti kristal kecil dengan warna yang beragam. Pupuk ZA biasa digunakan untuk merangsang perkembangan buah mangga. Namun selain itu, pupuk ini juga bisa digunakan sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan.

Pupuo ZA bisa digunakan bersamaan dengan jenis pupuk lain. Anda bisa menggunakan pupuk ini dengan dosis 0,5 kg ZA ditambah dengan 0,5 kg pupuk KCL dan juga 3 kg pupuk NPK.

Campuran dari ketiga jenis pupuk ini kemudian ditaburkan secara melingkar dengan jarak sekitar 1,5 m dari pohon.

Pupuk NPK

Pupuk NPK merupakan jenis pupuk yang bisa digunakan untuk merangsang perkembangan buah mangga. Untuk memberikan pupuk NPK, Anda bisa menggunakan dosis 0,25 kg pupuk per pohonnya.

NPK memiliki kandungan phosphor dan juga kalium yang dapat mencegah kerontokan dan merangsang pertumbuhan bunga mangga.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan jenis pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang telah difermentasi. Pupuk ini sangat bagus digunakan bagi tanaman mangga karena memiliki beragam unsur hara lengkap seperti fosfor, nitrogen, magnesium, kalsium, besi, tembaga, dan juga belerang.

Untuk mengaplikasiakn pupuk kandang, Anda bisa menggunakan 50 kg pupuk kandang yang diberikan kepada satu pohon mangga berusia 1 minggu setelah panen.

Pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam memiliki kandungan N yang tinggi dan juga bisa diserao dengan sangat cepat oleh tanaman.

Jika ingin mengaplikasikan pupuk dari kotoran ayam, Anda bisa menambahkannya dengan sekam padi terlebih dahulu untuk memperkaya unsur hara yang terkandung di dalamnya.

Pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi memiliki kandungan serat yang sanbgat tinggi sehingga membutuhkan pengomposan terlebih dahulu.

Ciri-ciri pupuk kandang dari kotoran sapi yang bisa digunakan yaitu memiliki tekstur yang gembur dan tidak lengket, berwarna gelap, dan juga tidak lengket.



Hello world!

Welcome to BLOG MAHASISSWA UNIVERSITAS MEDAN AREA. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!